Monday, June 8, 2015

Mengangkat Kapal Kesultanan Bulungan

Kaltara Indonesia - Bulungan.Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama kerabat Kesultanan Bulungan mulai melakukan survei pencarian titik lokasi  bangkai Kapal warmond, Kapal milik Kesultanan Bulungan yang tenggelam hampir satu abad lalu.

Pencarian dipusatkan di sepanjang Sungai Kayan antara Tanjung Selor dan Tanjung Palas menggunakan perahu kecil dan dibantu teknologi navigasi bawah air.


Kapal Warmond ini dulu merupakan persembahan hadiah Ratu Belanda kepada Sultan Bulungan, Sultan Jalaluddin. Hubungan persahabatan dan kerjasama yang baik kedua kerajaan membuat Ratu Belanda membantu kapal   untuk urusan bisnis   dan pemerintahan Kesultanan Bulungan.Apalgi, kala itu wilayah Kesultanan Bulungan sangat luas mencapai Malaysia hingga Sulu.



Kapal ini  dibuat pada tahun 1939 dan dirancang oleh  arsitek perkapalan Belanda, H. S. de Vries. Dengan ukuran panjang 28,50 meter dengan lebar lima meter, Warmond bisa dikatakan kapal pesiar yang sangat mewah untuk ukuran  masa itu. Kontruksi kapalnya  terbuat dari baja anti karat dengan ketebalan baja 5 hingga 7 mm.

Saat RA Bessing menjabat Bupati Bulungan, Ia pernah merencanakan untuk mengangkat  Kapal Warmond tersebut ke permukaan yang akan dijadikan objek wisata sejarah kesultanan Bulungan. Namun hingga beliau meninggal dunia, rencana tersebut tidak pernah terealisasi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata, Budaya,Pemuda dan Olahrga Kabupaten Bulungan Datu Jamlus (4/6), pencarian saat ini fokus mendeteksi lokasi tenggelamnya kapal Warmond di seputaran area antara Tanjung Palas dan Tanjung Selor. Target survei direncanakan selama 2 minggu. Untuk tenaga survei, pihaknya menggandeng  tenaga sukarelawan dari Korea. Biaya operasional surevi dan pengangkatan ditanggung oleh pihak Korea.

Rencananya, jika kapal tersebut ditemukan akan diangkat dan ditaruh di area kompleks Museum Kesultanan Bulungan, untuk dijadikan objek wisata sejarah di Bulungan dan dapat dijadikan fakta sejarah kerajaan kesultanan Bulungan.

Sunday, June 7, 2015

Warga Australia Peringati Perang Dunia di Tarakan

Kaltara Indonesia. TARAKAN - Sebanyak 43 warga Australia yang terdiri dari Veteran, Tentara Australia dan staf Kedubes Austalia  memperingati Hari Pahlawan Australia ( Australian and New Zealand Army Corps- Anzac Day) Ke 100 di Kota Tarakan.Acara yang dilaksanakan di Tugu Australia di Makodim 0907 itu (7/6) dihadiri oleh Walikota Tarakan H Sofyan Raga,Petinggi TNI Kota Tarakan dan beberapa veteran RI di Tarakan.

Perwakilan Kedutaan Besar Australia Jakarta, Bradley Armstrong mengungkapkan, peringatan Anzac Day ini baru pertama kalinya digelar di Kota Tarakan. selama ini, setiap tahun selalu dirayakan di Australia. Upacara ini sendiri, jelasnya,  untuk mengingat orang-orang atau tentara Australia yang meninggal di Kota Tarakan sewaktu melawan Jepang.

Peringatan Anzac Day merupakan hari pahlawan Australia untuk memperingati berakhir perang Dunia I dan Perang Dunia II. Tahun 2015 bertepatan dengan 100 tahun berakhir perang Dunia I dan 70 Tahun perang dunia II.

"Peringatan Anzac Day Ke 100 hari ini juga sekaligus  mempringati 70 tahun tentara Australia mendarat di Pulau Tarakan. Kami ingin memberi  penghormatan  kepada 220 tentara Australia yang telah gugur di medan perang saat melawan Jepang. " ucap Bradely.***