Kita terus
berupaya lewat komunikasi dan koordinasi agar mendapatkan perhatian pemerintah
pusat khususnya melalui kementerian-kementerian. Salah satunya, saya kembali
menemui Menteri BUMN Bu Rini Soemarno di ruang kerja Menteri BUMN, Jakarta
(10/1).
Banyak yang
saya sampaikan diantaranya terkait pembangunan jalan di perbatasan terutama
yang selama ini dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokoknya seperti
jalan Long Midang menuju Long Bawan, termasuk ruas jalan lainnya baik yang ada
di Kabupaten Malinau maupun di Kabupaten Nunukan.
Alhamdulillah
Bu Rini memberikan perhatian dengan langsung memerintahkan stafnya agar segera
menghubungi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar melakukan upaya
perbaikan pengerasan sebagai salah satu bentuk Tanggung jawab Sosial Perusahaan
atau Corporate Social
Responsibility (CSR).
Selain itu,
saya juga menyampaikan terkait potensi Garam di Krayan, Nunukan, landasan pacu
bandara di perbatasan, listrik, penambahan distribusi bahan bakar minyak
bersubsidi di perbatasan dan pedalaman hingga rencana pembangunan toko
Indonesia di perbatasan.
Apa yang
saya sampaikan pada pertemuan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bu Rini ke
Kaltara, beberapa waktu lalu.
Alhamdulillah
Bu Menteri memberikan respon positif. Karena kehadiran Ibu Menteri bersama
jajarannya beberapa waktu lalu menjadi harapan besar masyarakat Kaltara.
Karenanya
saya terus mengawal apa yang telah disampaikan Menteri BUMN terhadap
program-program di Kaltara. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan pelat merah
yang berada di bawah koordinator Kementerian BUMN bisa lebih proaktif untuk
segera merealisasikannya.
Kabar
gembira itu saya peroleh saat bertemu Menteri BUMN Bu Rini Soemarno.
Sebetulnya,
saya hendak mengkonfimasi rencana penambahan titik distribusi BBM bersubsidi di
daerah pedalaman dan perbatasan.
Sebab
sebelumnya yang baru jalan yaitu ke Long Bawan, Krayan, Nunukan. Dan saat Bu
Menteri datang ke Kaltara beberapa waktu lalu, beliau menyampaikan akan
menambah sesuai usulan kita yaitu ke Desa Long Layu, Long Apung, Lumbis dan
Sebuku.
Instruksi Bu
Menteri sudah jelas titik penambahan distribusi BBM bersubdi harus dilaksanakan Januari ini.
Nanti kita
akan cek ke lapangan yang penambahannya.
Saat itu, Bu
Menteri menyampaikan penambahan bukan hanya dititik yang telah dijanjikan.
Bahkan beliau menyebutkan, penambahan titik distribusi BBM bersubsidi akan
ditambah di 6 titik hasil survei Pertamina.
Di antaranya
di Tanah Kuning, Mangkupadi dan Salimbatu.
Tinggal menunggu lokasi. Mereka minta bantuan untuk lokasi. Saya minta dengan deputinya agar secepatnya bersurat ke kami
Pembangunan Toko Indonesia Di Krayan
Tinggal menunggu lokasi. Mereka minta bantuan untuk lokasi. Saya minta dengan deputinya agar secepatnya bersurat ke kami
Pembangunan Toko Indonesia Di Krayan
Saat bertemu
dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bu Rini Soemarno di Jakarta
kemarin, Saya juga menyampaikan rencana pembangunan toko Indonesia di Krayan
yang pembangunan fisiknya, Insya Allah akan dilaksanakan tahun ini dan setelah
jadi akan bekerja sama dengan Bulog.
Alhamdulillah,
rencana itu mendapat respons positif dari Bu Menteri. Beliau akan menghubungi
Dirut Bulog untuk mendukung agar masyarakat di perbatasan mudah memperoleh
produk dalam negeri.
Diharapkan dengan keberadaan toko Indonesia itu,
warga Krayan dan sekitarnya bisa membeli produk-produk dalam negeri, baik
kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng maupun kebutuhan lain.
Bahkan, tak hanya dengan mudah memperoleh produk-produk dalam negeri, tapi
harganya pun sama seperti di wilayah perkotaan.




No comments:
Post a Comment